Selasa, 17 September 2013

KREASI SEDERHANA

 
Flashback sedikit dengan kelas minggu lalu. Kamis 12 September 2013 tepat pukul 08.00 WIB, mata kuliah Kreativitas, dengan dosen pengampu Ibu Filia Dina.
Kelas pun dimulai tepat pada jam 08.00. Setelah Ibu Dina memulai dengan salam “Selamat Pagi”, tak beberap0a saat kemudian, inhstruksi pertama di sampaikan oleh Ibu Dina bahwa kami mahasiswa yang ada dikelas Kreativitas harus duduk berjarak 1 kursi antara 1 dengan yang lainnya. Awalnya kami bingung mengapa demikian. Tak lama krmudian Ibu Dina menyampaikan bahwasanya tidak usah khawatir karna tidak akan ada quis. Rasa lega tumbuh dalam setia[p hati dan pikiran kami.
Tak beberapa saat kemudian Ibu Dina membuka tas nya yang disebut dengan istilah “Tas Doraemon”. Mengapa dikatakan demikian? Karna dapat memuat banyak barang yang awalnya tidak pernah diduga oleh setiap manusia. Termasuk saya sendiri.
Pada saat itu ibu Dina mengeluarkan beberapa benda atau barang yang kemudian beliau beri kepDA setiap mahasiswa. Diantaranya: 2 lembar brosur Lintas USU, tissue, kertas emas dan kertas jeruk + kertas kaca yang disertai dengan lem hitam dipinggir. Tentunya setiap mahasiswa bingung ini ada apa, kenapa demikian.
Selanjutnya beliau memberi instruksi lagi, bahwasanya kami mahasiswa harus mengolah benda-benda tersebut sebagai suatu kreasi sendiri. Awalnya saya tidak kepikiran ingin membuat apa karna pada dasarnya alat-alat yang seharusnya digunakan tidak ada sama sekali. Tidak ada gunting, lem dsb.
Akhirnya dengan bermodalkan seadanya saja saya berfikir ingin membuat sebuah undangan ulangtahun buat anak-anak. Kenapa saya berfikiran kesana? Karna pada dasarnya saya suka anak-anak, dan memang bahan yang diberikan beliau cocok untuk membuat sesuatu yang mencakup anak-anak. Dengan bermodalkan robek sana dan robek sini, jadilah karya ssaya yang tidak seberapa ini.  Dengan waktu 5 menit itu sudah lumayan bagi saya.

Ini merupakan nsebuah undangan ulangtahun untuk anak beerumur 8 tahun,

Dengan beberapa teori yang sudah dipelajari, yaitu teori 4 P (personality, process, press, and product).
1.       Definisi Personality (pribadi)
Yang menjadi definisi pribadi menurut saya adalah diri saya sendiri atau kekhasan saya didalam membuat sebuah kreasi tersebut.
2.       Definisi Process
Definisi proses nya ialah tahap-tahap yang saya lakukan didalam membuat kreasi saya tersebut, didalam menggabung-gabungkan bahan yang satu dengan yang lainnya hingga menjadi sebuah kreasi.
3.       Definisi Press
Definisi press menurut saya ada 2 yaitu internal (dari diri saya sendiri dalam menciptakan sebuah kreasi tersebut) dan eksternal (motivasi, dorongan dan waktu yang diberi dosen dalam mengerjakan karya tersebut)

4.       Definisi Product.
Yang menjadi productb nya adalah kreasi saya tersebut berupa sebuah kartu ulangtahun bagi anak-anak berusia 8 tahun. Yang tadinya dari beberapa unsur yang tidak menyatu menjadi sebuah kesatuan.

MAKNA
Menurut saya makna hal ini ialah dimana saya bisa lebih memahami kreativitas itu apa, bagaiman ukuran kreativitas seseorang bahwasanya bukan orang-orang yang memiliki intelegensi tinggi saja yang bisa mempunyai sifat kreativitas tetapi  semua orang memiliki sisi kekereativtasan meereka, tetapi berbeda-beda tingkat kreativitas satu orang dengan orang lain, tinggal bagaimana cara mereka dapat mengekspresikannya. Gambar diatas merupakan hasil kekreativitasan saya, dimana dengan menghubungkan setiap informasi yaitu bahan-bahan yanbg diberikan beliau, dapat menjadi sebuah karya baru .

TUJUAN
Tujuan saya dalam membuat karya tersebut ialah dimana saya ingin memperkenalkan sebuah kartu ulangtahun yang bisa dikatakan sedehana tapi bisa modis. Yang bisa lebih menarik perhatian anak-anak didalam menghadiri pesta tersebut. Walaupun dalam gambar diatas masih kelihatan amburadul, tapi saya yakin jika ada alat yanbg memadai saya bisa lebih menyulap kartu undagan tersebut menjadi suatu informasi yang lebih menarik lagi.

Selasa, 10 September 2013

KONSEP KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS

A.    DASAR PERTIMBANGAN DAN PENGEMBANGAN KREATIVITAS
1.      Hakikat Pendidikan
Seperti yang yang kita ketahui sendiri bahwasanya pendidikan itu sangat berguna bagi setiap individu untuk peningkatan derajat diri sendiri atau bahkan bagi pembangunan nusa dan bangsa. Kemajuan dari suatu kebudayaan itu bergantunga kepada cara kebudayaan tersebut mengenali, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada dan itu sangat berkkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakatnya maupun peserta didik.
Salah satu tujuan daripada pendidikan itu merupakan cara untuk mengembangkan bakat dan kemampuan masyarakat ataupun peserta didiknya, sehingga pada dasarnya dapat berguna dan berfungsi sepenuhnya. Dulu pada dasarnya orang-orang mengatakan anak-anak berbakat itu seperti anak-anak yang memiliki IQ tinggi. Tapi sekarang sudah dapat lebih disadari bahwa anak berbakat bukan hanya memilii intelegensi tinggi melainkan karna kreativitas dan motivasi anak tersebut.
2.      Kebuthan akan Kreativitas
Kebutuhan akan kreativitas mau tidak mau harus kita hadapi didalam kehidupan kita, baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, politik maupun dalam bidang budaya dan sosial. Kemajuan teknologi yang meningkat dan ledakan penduduk disertai berkurangnya persediaan sumber-sumber alami dilain pihak, lebih-lebih menuntut adaptasi secara kreatif dan kemampuan untuk mencari pemecahan masalah yang imajinatif.
3.      Kendala dalam Pengembangan Kreativitas
Kreativtas dalam hal ini diasumsikan sebagai sesuatu yang dimiliki atau tidak dimiliki, dan tidak banyak yang dapat dilakukan melalui pendidikan untuk mempengaruhinya.
Kendalanya terletak dalam alat-alat ukur tes yang biasanya dipakai disekolah-sekolah, yaitu tes inteligensi tradisionak yang mengukur kemampuan siswa untuk belajar, dan tes prestasi yang untuk menilai kemajuan siswa dalam selama program pendidikan. Dengan demikian pengembangan kemampuan mental intelektual anak secara utuh diabaikan.
Penggunaan model stimulus-response dalam teori belajar merupakan sebab lain dari kurangnya perhatian psikologi dan pendidikan terhadap masalah kreativitas.
4.      Hubungan Kreativitas-Intelegensi
`Pengajuan model struktur intelektual, tampak perhatian terhadap kreativitas, termasuk hubungan antara krativitas dan intelegsi sangatlah meningkat, khusunya sejauh mana inteligensi berpengarub terhadap kreativitas seseorang. Model ini sendiri membedakan antara berfikir divergen dan konvergen. Kemampuan berfikir divergen merupakan indikator dari kreativitas, dan berfikir konvergen mendasari tes inteligensi tradisional. (Guildford).
5.      Peran Inteligensi dan Kreativitas Terhadap Prestasi Sekolah
Dalam assesment siswa maupun penilaian sistem pendidikan sebaiknya digunakan berbagai tes yang mempunyai arti psikologis yang berrmakna dan beragam, sehingga dapat mengetahui sasaran yang dapat dicapai dan mengenai kualitas sistem pendidikan.
6.      Sikap Kreatif sebagai Non-Aptitude Trait dari Kreativitas
Guildford membagi antara aptitude dan non-aptitudetraits yang berhubungan dengan kreativitas. Ciri-ciri aptitude dari kreativitas meliputi kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berfikir. dan ciri-ciri ini dioperasionalisasikan dalam tes berfikir divergen. Namun produktivitas kreatif tidak sama dengan prroduktivitas divergen.
Penelitian berdasarkan analisi faktor menunjukkan korelasi yang statis tis bermakna walaupun rendah, antara ciri-ciri non-aptitude atau afejtif ini (seperti kepercayaan diri, keuletan dll)dan ciri-ciri aptitude dari kreativitas antara kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berfikir.
7.      Sikap Guru dan Orang tua Mengenai kreativitas.
Intinya adalah baik guru maupun orangtua dapat menjadi pendorong didalam pengembangan kreativitras seorang anak.

B.      DASAR PERTIMBANGAN UNTUK PERNDDIKAN ANAK BERBAKAT
Ada beberapa alasan mengapa pelayanan pendidikan khusus bagi yang berbakat perlu, yaitu:
1.      Keterbakatan tumbuh dari proses interaktif antara lingkungan yang merangsang  dan kemampuan bawaan dari prosesnya,
2.      Pendidikan atau sekolah hendaknya dapat memberikan kesempatan pendidikan yang sama kepada semua anak untuk mengembangkan potensinya sepenuhnya.
3.      Jika anak berbqakat dibatasi dan dihambat dalam perkembangannya, jika mereka tidak dimungkinkan untuk maju lebih cepat dan memperoleh materi pengajaran sesuai dengan kemampuannya, sering mereka menjadi bosan, jengkel,  atau acuh tak acuh..
4.      Kekhawatiran bahwa pelayanan pendidikan khusus bagi anak berbakat akan membentuk kelompok elite (kelompok atas).
5.      Anak dan remaja berbakat merasa bahwa minat dan gagasan mereka sering berbeda dari teman sebaya.
6.      Jika kebutuhan anak berbakat dipertimbangkan, dan dirancang program untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka sejak awal.
7.      Anak berbakat diberikan kesempatan dan pelayanan pendidikan yang sesuai akan dapat memberi sumbangan yang bermakna bagi orang-orang.
8.      Yang tidak bergaul dengan orang menonjol namun alhasil mereka dapt menonjol preatasinya.

C.      KEBIJAKAN
1.      Kebijakan tentang Pelayanan Pendidikan Anak Berbakat
Diatur dalam UU RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 8 Ayat 2.
2.      Kebijakan Tentang Pengembangan Kreativitas
Terdapat dalam Garis-Garis Haluan Negara (Kaidah Penutupan).
3.      Peranan kreativitas dalam Program Pendidikan Anak Berbakat

D.     KONSEP KREATIVITAS
1.      Kreativitas dan Aktualisaasi Diri
Ada banyak para  ahli yang mengemukakan hal ini, namun ada 1 tokoh yang mencolok yaitu, Rogers, bahwa sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua organisme.
Implikasinya dari perbedaannya ialah penekanan pada pentingnya ciri-ciri kepribadian, sikap, motivasi daqn predisposisi untuk berfikir kreatif.\
2.      Konsep Kreativitas dengan Pendekatan Empat P
Berikut definisi tentang kepribadian berdasarkan 4 P:
v  Definisi Pribadi
Hulbeck (1945)èTindakan kreatif muncuk dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Fokus pad asegi pribadi.
Stranbergè kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis, inteligensi, gaya kognitif, dan kepribadian/motivasi.
v  Definisi Proses
Torranceè the process of 1) sensing difficultes, problems, gaps in informations, missing elements, something asked 2) makingguess and formulating hypotheses about the deficiencies 3) evaluating and testing these guesses and hypotheses 4)possibly revising and retesting them, and finaly 5)communicating the result.
Definisi ini meliputi seluruh proases kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan masalah.
v  Definisi Produk
Rogers, mengemukakan kriteria untuk prodek kreatif yaitu:
·         Produk itu harus nyata
·         Produk itu harus baru
·         Produk itu merupakan hasil individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
v  Definisi “Press”
Dorongan Internal maupun erksternal.

E.      Konsep Anak Berbakat dan Keterbakatan (Giftedness)
Memberi definisi operasional è mengiderntifikasikan anak berbakat.

F.       Definisi USOE tentang Keterbakatan
ialah anak berbakat ialah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasi sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunya kemampuan yang unggul. Anak-anak tersebut memerlukan program pendidikan yang berdiferensiassi dan /atau pelayanan diluar jangkauan program sekolah biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat maupun untuk pengembangan diri sendiri.
kemampuan nya meliputi: kemampuan intelektual umum, akademik khusus, berfikir kreatif-produktif, memipin, dalam salah satu bidang seni, psikomotor.,

Suatu definisi tentang keterbakatan mempunyai dampak terhadap kebijakan dan peraturan yang dibentuk, oleh karena itu harus memenuhi kriteria berdasarkan riset tentang karakteristik orang berbakat, memberi arah dalam prosedur seleksi dan identifikasi, dan memberi arah pada praktek program anak berbakat.

Rabu, 10 Juli 2013

KORELASI PRODUCT MOMENT,,

Enjoyed,,,

1. Serng dipakai karna mudah cara menghitungnya dan mudah dipahami hasilnya.
2. Makna korelasinya: Varians ( seberapa jauh skor x menyimpang dari rata-rata,
3. HAsil dari korelasi disebut KOEFISISEN KORELASI. 
4. Memiliki 2 arah hubungan: hubungan positif dan hubungan negatif
     a) dikatakan hubungan positif apabila dia searah, apabila x naik y pun ikut naik.
     b) dikatakan hubungan negatif jika dia tidak searah, apabila x naik maka y turun.
5. Rentang korelasinya:
     0.1-0.3= Korelasi kecil.
     0.3-0.7= Korelasi sedang.
     0.7-0.9= Korelasi besar.
     0.9-1.0= Korelasi sangat besar.
     Korelasi sempurna -1.0 sd +1.0
6. Product moment mencari hubungan dan menguji hubungan antara 2 variabel.
7. Berskala interval atau rasio.
8. Sumber data sama.
9. Dapat diukur dengan menggunakan spss dan manual.
10. Persyaratan :
     Ho diterima jika P>0.05
     Ho ditolak jika P<0.05


TERIMA KASIH :)